LIMA FAKTA UNIK TENTANG GARAM

Garam dalam bentuk alaminya adalah mineral kristal yang dikenal sebagai batu garam atau halite

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 20 November 2016

Banyak Membaca, Cara Ampuh Tingkatkan Prestasi Anak

Siswa berprestasi tak mungkin malas membaca

Ilustrasi Anak Membaca


Anda sebagai siswa pasti ingin meningkatkan prestasi belajar di sekolah. Sudah banyak tips dan cara untuk meraih prestasi belajar akademik yang Anda ketahui. Kunci utama agar Anda memperoleh hasil belajar adalah banyak membaca. Kenapa begitu?

Anda tak pernah mendengar seorang siswa berprestasi tapi malas atau kurang membaca, bukan? Yang Anda tahu, siswa berprestasi memiliki kebiasaan atau gemar membaca. Minat baca siswa tersebut cukup tinggi. Yang dibaca tidak hanya buku buku sumber atau materi pelajaran.

Anda juga perlu memperdalam pengetahuan atau wawasan dengan membaca buku referensi, buku hiburan (fiksi dan non fiksi), majalah, jurnal, browsing di internet dan lain sebagainya. Lalu, berapa jam kah waktu yang diperlukan untuk membaca setiap hari?

Tingkatkan Prestasi Belajar Dengan Cara Banyak Membaca 
 
Anda sebagai siswa pasti ingin meningkatkan prestasi belajar di sekolah. Sudah banyak tips dan cara untuk meraih prestasi belajar akademik yang anda ketahui.

Kunci utama agar anda memperoleh hasil belajar adalah banyak membaca. Kenapa begitu? Anda tak pernah mendengar seorang siswa berprestasi tapi malas atau kurang membaca. 

Yang anda tahu, siswa berprestasi memiliki kebiasaan atau gemar membaca. Minat baca siswa tersebut cukup tinggi. Mungkin perlu anda simak: Kegemaran Membaca di Era Informasi. 

Apakah hanya membaca buku pelajaran semata ?

Yang dibaca tidak hanya buku buku sumber/materi pelajaran. Anda juga perlu memperdalam pengetahuan atau wawasan dengan membaca buku referensi, buku hiburan (fiksi dan non fiksi), majalah, jurnal, browsing di internet dan lain sebagainya.




Berapa jam kah anda membaca setiap hari?



Ini pertanyaan utama yang perlu anda lontarkan pada diri sendiri. Jika hasil perkiraan anda hanya 2 jam sehari, coba bandingkan dengan hasil belajar yang sudah anda peroleh.

Jika inin meningkatkan prestasi belajar lebih memuaskan, coba tingkatkan frekuensi waktu membaca. Manfaatkan waktu-waktu dianggap luang. Jam istirahat belajar di sekolah, segera kunjungi pustaka sekolah atau pustaka mini yang ada di kelas anda.

Di kantin, saat jam istirahat dan jajan, tak ada salahnya anda membaca buku kesukaan anda. Dicemooh sebagai ‘kutu buku’? Cuek saja. Memang kebanyakan sifat siswa seperti itu zaman sekarang ini. Oleh sebab itu terapkan peribahasa, anjing menggonggong kafilah tetap berlalu.

Di rumah, mungkin lebih banyak kesempatan untuk membaca. Yang penting ada kemauan anda untuk meningkatkan jumlah jam membaca setiap hari.

Bagaimana bahan dan sumber baca anda?

Persoalannya, sejauhmana anda memiliki koleksi bahan dan sumber bacaan? Apakah anda memiliki koleksi bahan dan sumber bacaan dengan berbagai jenis seperti diutarakan di awal pembahasan ini?  

Sekarang dapat diambil benang merah bahwa, asal ada kemauan, dimana-mana dan kapan saja anda bisa membaca. Menambah pengetahuan dan wawasan dengan berbagai pengetahuan yang bermanfaat. 

Dengan cara ini anda akan dapat meningkatkan prestasi belajar di sekolah. Semoga.
 

 
 

Korsel Tolak Permintaan Bahaya Google

Google kecewa dengan penolakan Pemerintah Korsel

Ilustrasi Mesin Pencari Google


Korea Selatan dikabarkan menolak permintaan Google untuk menggunakan data pemetaan pemerintah di server luar negeri. Penolakan ini, terkait dengan masalah keamanan dengan Korea Utara.

Dikutip dari Reuters, Sabtu 19 November 2016, anak perusahaan Alphabet Inc itu mengatakan, mereka memerlukan data pemetaan itu pada semua server di seluruh dunia, agar memungkinkan layanan Google bisa memberikan petunjuk arah kepada pengguna, ketika berjalan kaki dan mengemudi kendaraan bermotor di Korea Selatan. 

"Kami kecewa dengan keputusan ini," ujar juru bicara Google, Taj Meadows. Meski mengaku kecewa, Meadows mengatakan, Google berharap perusahaan tetap dapat melayani pengguna yang berada di Korea Selatan, dengan rangkaian layanan Google Maps di masa depan.

Korea Selatan, yang pernah berperang dengan Korea Utara pada periode 1950-1953, menyatakan, jika data pemerintah diambil dari server di luar negeri, itu bisa mengancam fasilitas penting nasional, misalnya lokasi fasilitas militer dan tempat sensitif lainnya bisa terungkap.

Pejabat yang bertanggung jawab atas pemetaan data Negeri Ginseng itu mengatakan, pemerintah bisa memberikan izin kepada Google, jika perusahaan internet itu mau menghapus gambar lokasi sensitif pada layanan pencitraan satelit. 

Tapi Google menolaknya, dengan alasan informasi pemetaan yang tersebut tersedia secara luas melalui citra satelit, dapat dibeli secara bebas.

Menteri Dalam Negeri Korea Selatan mengatakan, pemerintah mungkin akan mempertimbangkan kembali hal tersebut, jika Google bersedia mau mengubah lokasi yang disyaratkan tersebut.

Sementara itu, Google sedang berada dalam pengawasan regulator antimonopoli di Korea Selatan. Badan tersebut akan menguji kesepakatan antara Google dengan perusahaan handset yang mengoperasikan Android membatasi kompetisi pasar.